Minggu, 21 Oktober 2012

Silver Girl

          Aku Kaede Hikaru, kelas 6 SD, suka melakukan hal-hal yang menarik, tapi aku benci hal yang sedang trend sekarang. Hobiku adalah mencari hal-hal baru yang belum ditemukan orang lain, menulis, berkreasi, jalan-jalan, refreshing, mendesain, menjual barang buatan tangan, bercerita, dan masih banyak lagi. Aku memang hanya memiliki 2 teman, dan 1 sahabat, tapi mereka sudah cukup bagiku... Mereka juga benci hal yang sedang nge-trend, lalu mereka benci pada persaturan dan ketidak bebasan. Huuah... Kalau punya teman yang punya hobi atau kesukaan sama, tidak perlu banyak-banyakkan? Yang terpenting hanya kepahaman. "Akii-chan, Yutto-san, Komura-kun, sini!!!", panggilku saat istirahat sekolah. Aku selalu memanggil mereka seperti itu setiap kali aku ingin memanggil mereka.
          Aku merasa duniaku cukup hanya dengan ini, aku tak ingin punya teman lebih dari ini, aku tak ingin punya teman dari dunia maya, aku cukup puas hanya dengan mereka... Tapi, aku yakin sekali, kita tak mungkin bersama selamanya. Aku sangat cemas akan hal itu.
           Suatu hari, Akii-chan jadi pacar Yutto-san yang selama ini kusukai secara diam-diam. Awalnya, aku merasa kesal pada Akii-chan, ia menjadi mengerti kebiasaan baik maupun buruk Yutto-san, aku merasa mereka keasyikan sendiri. Akhirnya, tinggal aku dan Komura-kun sendiri. "Komura-kun, nggak sedih, kehilangan dua orang teman?", tanyaku yang masih sedih, mataku berkaca-kaca. Komura-kun hanya tersenyum. Dan tiba-tiba ia menjawab, "Tidak! Karena ada Kaede disini, aku nggak sedih!". Aku merasa sedikit terkejut, entah kenapa air mataku kering dan mendadak aku merasa hatiku hangat, denyut jantungku lebih normal, dan nafasku lebih lancar. "Ko, Komura-kun?? A... Aku... eee...ng...", kataku dengan gugup dan terbata-bata. "Kaede, aku menyukaimu... lebih lama dari pada kamu menyukai Yutto! Aku sangat suka kamu! Dan jangan panggil aku Komura-kun, panggil aku Komura!", bisik Komura-kun di telingaku. "Ko... Ko... Komu...Komura......Komura-kun?", kataku yang masih kalang kabut. "Ingat itu, ya!", kata Komura-kun lalu pergi dari tempat kami berdiri tadi. "A, apa ini... bu, bu... bukan mi... mim...mimpi...kan?", pikirku yang masih berdebar dengan kencang karena baru pertama kali ditembak oleh laki-laki. "Ko... Komura... ya? Duuh... malunya!!!", seruku sambil menampar diri sendiri bolak-balik sampai pipiku merah dan bengkak.
          Esok harinya, aku sengaja terus menghindari Komura-kun karena malu sekali. Komura-kun memang bingung, tapi aku merasa berat hati, aku yang selama ini menyukai Yutto-san sampai lupa apapun dan kurahasiakan terus dari siapapun bisa diketahui oleh Komura-kun yang sebenarnya menyukaiku sejak lama. Aku bingung... cinta rumit jenis apa iniii???! Duh... rasanya kepala mau pecah, deh... Berhenti mikir, stop sampai di situ saja... aku nggak mau merasakan cinta lagi... Uuh!! Tiba-tiba saja ada yang memanggilku, "Kaede!". Aku merasa mengenal suara itu dengan sangat jelas, aku langsung melarikan diri, tapi tak lama kemudian aku tertangkap juga, dan ternyata benar, orang yang memanggilku tadi adalah Komura-kun, aku tidak heran ataupun syok, karena aku bemar-benar mengerti kalau itu adala Komura-kun. "Ke, kenapa kamu lari... Kaede?", kata Komura-kun yang masih ngos-ngosan. "Maaf, Komura-kun, aku takut untuk mengatakannya... aku... ternyata memang...", kataku dengan pelan. Komura-kun segera menutup mulutku, "Kaede, aku tahu, aku memang bukan pangeran yang kamu impikan, karena aku bukan Yutto... Aku ya aku! Aku tak bisa berubah!", seru Komura-kun yang sudah melepas mulutku. Aku sadar, Komura-kun sudah mengajarkan aku tentang 'Siapakah diriku?', jawabannya adalah, 'Aku ya aku'. Aku hanya diam dan terus menatap ke bawah, tidak sekalipun aku menatap wajah Komura-kun. "Aku, aku tak bisa mengubah perasaanku padamu, jadi... sekali saja, lihatlah aku, Kaede!", lanjut Komura-kun yang berusaha keras untuk membuatku berpaling padanya. "...". Akhirnya, aku menoleh ke arahnya, aku menatap mukanya dengan baik dan menyentuh tangannya yang sangat lembut. Perlahan, kami menjadi semakin dekat dan dekat, aku merasa Komura-kun adalah orang yang sangat berarti bagiku.             (Bersambung............)
Gimana? Bagus? Jelek? Comment, ya!

2 komentar:

  1. huaaa! mendebarkan banget! seru serus seru seru seru seru seru! lanjutin lanjutin lanjutin lanjutin sampai selesai, ya!

    BalasHapus