Minggu, 21 Oktober 2012

Sky and Earth

Nezumi Kaori adalah seorang siswi SMP biasa, tapi entah sejak kapan kehidupan Kaori menjadi berubah drastis. Kaori diangkat menjadi malaikat. Kaori harus menjadi sosok yang jauh berbeda dari seorang manusia biasa, tapi repotnya lagi, Kaori tidak boleh mengatakan kepada siapapun kecuali para penghuni surga kalau ia adalah seorang malaikat. Kaori yang selalu bahagia tak menganggapnya merepotkan, karena menjadi malaikat adalah kebanggaan. Kaori adalah anak yang tak menyolok sama sekali, tak ada yang mengenalnya, jika ada yang mengenalnya, Kaori hanya akan ditindas. Keluarga Kaori sudah tak ada semua. Yang mengenalnya hanyalah seorang guru laki-laki bernama Ichiro Hayama, guru yang tampan dan juga tidak menyolok seperti Kaori. Tapi keduanya tidak pernah saling bertatap mata. Tanpa diketahui, diam-diam Pak Guru menyukai Kaori, tapi sayangnya, cintanya tak terbalas. Kaori yang tak menyolok dan tak pernah dihampiri itu tidak berani menyukai seseorang sekalipun. Kaori mengalami trauma pada percintaan, ia ditindas karena menyukai seseorang yang akrab dengannya saat SD. Kaori takut kalau ia ditindas dan sekarat seperti dulu lagi.
Suatu ketika, Kaori dipanggil oleh pak guru, Kaori cukup panik. Apakah ia akan ditegur oleh pak guru?
Di taman tempat mereka bertemu, tempat mereka pertama kali bertatap mata, muka dengan muka. Kaori merasa sedikit berdebar begitu melihat pak guru. "Eh, Pak Hayama? Ada apa?", tanya Kaori yang sedikit malu. "Be, begini, Ne... Nezumi... Aku, ng...", jawab pak guru. "Ma, maaf, pak... Aku a, ada urusan... aku nggak bisa bicara dengan pak guru...", kata Kaori mendadak, ia malu debarannya terdengar makin keras. "Tunggu! Dengarkan dulu! Aku... padamu! Pikirkanlah apa kata kosong yang tak kuucapkan!", seru pak guru yang berusaha mencegah kepergian Kaori. "Su... suka?", pikir Kaori yang mukanya memerah. Pak guru langsung berlari pergi dari taman. "Pak guru... padaku? Apa benar suka? A, aku... aku nggak boleh terlalu GR! Nggak mungkin ada yang suka aku! Aku harus melupakannya! Guru kan harusnya sudah punya kekasih! Duuh!!!", pikir Kaori lagi. "Ah, jam segini! Aku harus pulang sekarang!!", batin Kaori yang jantungnya masih berdebar dengan keras. "Apa-apaan, sih, aku ini?! Nggak mungkin suka pak guru! Beda status tau!!!", seru Kaori dalam hati. Pip pip pop! You got a message! "Ah! SMS! Dari siapa, ya? Aku nggak punya nomornya siapa-siapa... Eh, Hayama Ichiro? Pak guru Hayama?", pikir Kaori gugup. "Apa isinya, ya?", tanya Kaori pada dirinya sendiri. Kaori segera membuka pesannya, dan membacanya, "Kaori, jangan lupakan kejadian di taman tadi! Apa kamu sudah menemukan kata-kata kosongnya?". "Gawat! Pak guru mengerikan!!", pikir Kaori panik. "Nggak usah kujawab saja, deh... ahaha!", kata Kaori sambil tertawa bingung. Pippoppip You got a message! "Geeh!!? Lagi??!! Su, sudahlah... Ng, nggak usah kubuka! Biarkan saja! Aku nggak mau peduli!!! Bi, biarkan saja aku!", seru Kaori, dan sejak itu ponsel Kaori tidak pernah lagi menyala.
Seminggu berlalu, ponsel Kaori masih belum bisa menyala, Kaori terus menggunakan laptopnya untuk meng-email sahabat SD-nya dulu. "Apa nggak masalah... Aku tidak membalas perkataan pak guru?", tanya Kaori sambil memeluk ponselnya. "Ah... Pak guru... Aku ingin cepat pelajaran matematika...", lanjut Kaori sambil berguling-guling di kasurnya.
Yaaaa! Bersambung! Akan kulanjutkan kapan kapan, oke? Mizuki siap menerima apapun!!

1 komentar: