Jumat, 26 Oktober 2012

Sky and Earth

    "Aku bilang 'BERISIK!!' dasar tuli!", jawab gadis itu. "A... apa?! Tuli? Jangan salahkan aku, dong! Suaramu yang terlalu pelan tahu!", seru Kaori yang mulai panas. "Puh, sesukamu sajalah!", balas gadis itu sambil membuang muka dan berjalan ke arah lain. "Huuh!". Kaori mencoba berdiri dan berjalan, taoi tiba-taba saja Kaori terjatuh, pikiran Kaori menjadi kosong. Dan saat Kaori hampir sampai di bawah, Keluar dua sayap dari punggung Kaori. "Apa ini?", pikir Kaori bingung. "Sayap?! Ke, keren...", lanjut Kaori. "Ini... kok rasanya ada yang basah di bawah, ya?", pikir Kaori lagi. Kaoripun melihat ke bawah. "Sungai susu? Hebat!", seru Kaori antusias. "Ck, berlebihan banget, sih! Seperti nggak tahu sungai susu saja!" "Eh? Ka, kamu lagi!? Ngapain mandi di sungai susu, sih!? Mengganggu pemandangan saja!", balas Kaori pada gadis yang ditemuinya tadi. "Apaan? Jadi maksudmu aku dilarang? Ini teritori malaikat tahu, bukan iblis biru!", kata gadis itu dengan sedikit berteriak. "Enak saja! Aku ini juga malaikat baru tahu!", balas Kaori sambil menjambak rambut gadis itu. "Aduduh! Sakit! Aku kan nggak ngapa-ngapain! Begitu kok bisa jadi malaikat!?", seru gadis itu yang masih kesakitan. "Apaa!!!? Dasar menyabalkan! Kamu kan nggak thu seberapa malang nasibku saat masih hidup! Kamu juga nggak tahu apapun dariku, kan!!!???", balas Kaori yang airmatanya mulai menetes ke sungai itu. "Aku tahu, kok! Namamu Kaori Nezumi, kan... umur 15 tahun kelas 3 SMP. Pernah ditindas karena menyukai seorng teman yang populer, 2 hari yang lalu ditembak oleh pak Hayama Ichiro, ponselmu rusak karena tidak membalas SMS pak Hayama, kamu merasa berdebar-debar saat mengingat Pak Hayama, takut menyukai seseorang lagi. Benar, kan?", kata gadis itu. Kaori syok mendengarnya, "Kenapa? Kenapa kamu bisa mengetahuinya?", tanya Kaori sambil menangis. "Kamu lupa? Atau tak tahu? Aku ini...", kata gadis itu sambil melangkah keluar dari sungai susu. "Malaikat... yang dalam kata lain... asisten Tuhan. Mengerti, kan? Huh, konyol! Kalau kamu benar malaikat seharusnya kamu mengerti, kan...", lanjut gadis itu sambil berjalan melangkahi Kaori. Kaori ambruk dan terus kepikiran kata-kata gadis itu.
bersambung......

2 komentar:

  1. lanjutin lanjutin lanjutin lanjutin lanjutin lanjutin lanjutin lanjutin lanjutinlanjutin lanjutin lanjutin

    BalasHapus