Sabtu, 27 Oktober 2012

The Darkness Witch World

          Kai segera membalikkan badannya ke arah Akami dan berkata dengan pelan, "Aku nggak marah, kok!". Akami merasa sedikit sedih tapi juga merasa senang. "Begitu, ya? Baguslah!", kata Akami sambil tersenyum sedikit lega. "Ah, disini bosan juga, ya~... mau keluar nggak? Hei!", tanya Kai, tapi Akami sudah menghilang entah ke mana. "Lho? A...Akami?", tanya Kai lagi. "Padahal tadi dia disini... pintu juga hanya kubuka sedikit... dia kemana?", pikir Kai yang berusaha mengingat. Kai memutuskan pergi keluar rumah untuk mencari Akami, tapi tiba-tiba ada banyak permen dan kue jatuh dari langit, membuat Kai menjadi sangat kaget. "U, uwa! Dari mana asal benda mengerikan ini, sih?!", tanya Kai yang masih menghindari segala yang jatuh dari langit. Mendadak terdengarlah suara seorang gadis yang tidak lembut dan bersemangat, "Wah... maaf, ya! Aku nggak sengaja menjatuhkannya!". Kai merasa kesal, dia yang kerepotan hanya diberi kata "maaf", Kai segera menegur gadis itu, "Woi! Nggak sopan banget, sih! Kalau salah seperti ini nggak bisa cuma diberi kata maaf! Kamu harus membayar apa yang sudah kamu perbuat!". Gadis itu turun dari benda melayang yang didudukinya, yaitu sapu terbang. "Ah... apa yang harus kubayar?", tanya gadis itu. "Bantu aku mencari gadis kecil bernama 'Akami Hiruka'! Cari sampai ketemu! Tidak peduli sudah pagi atau malam! Yang penting... CARI!!!!", seru Kai yang masih marah besar. "Baik! Aku mengertiii!", balas gadis itu yang sebenarnya ketakutan. Kai merasa sedikit heran, Kaipun memanggil kembali gadis itu, "Tunggu! Apa kamu tahu ciri-ciri Akami Hiruka?". "Tentu saja! Kami satu akademi, lho...", jawab gadis itu dengan bangganya. "Idih!", pikir Kai. "Hiruka... hoi, Hiruka!", seru gadis itu sambil menoleh ke segala arah. "Lho? Ini, kan... bulatan yang ada di baju Hiruka...", pikir gadis itu sambil memungut bola kaca yang disebutnya bulatan. Gadis itu segera berlari ke arah Kai, tapi karena Kai juga mencari, maka gadis penyihir itu kehilangan jejak Kai. "Eh? Aku dimana, ya?", tanya gadis itu pada dirinya sendiri. "Jangan-jangan aku... te, ter... tersesat...", kata gadis itu yang mulai merasa panik. Dia sangat bingung harus bagaimana.
        Sementara itu, Kai yang masih mencari Hiruka menemukan bulu sayap seorang iblis. "Eh? Ini milik Akami, kan? Kenapa bisa lepas?", pikir Kai yang masih memegang bulu itu. "A, Akami! Kamu di mana?", tanya Kai sambil berteriak. Tiba-tiba ada seorang gadis kecil yang jatuh, dan ternyata itulah Akami yang kehilangan dua benda. Kai melihatnya dan menangkapnya. "Kenapa bisa...?", pikir Kai setelah menangkap Akami. "Kai?", panggil Akami dengan suara yang sangat pelan. "Akami??".
to be continued

Tidak ada komentar:

Posting Komentar