Namaku adalah Momoko Maiko, siswi kelas 6 SD. Aku baru pertama kali merasa suka pada lelaki, biasanya aku jarang melihat laki-laki secara tak sengaja. Kumohon! Bisa nggak kalian mendukungku? Aku butuh dukungan, niiih... Tapi apa kami sudah terhubung oleh benang merah, ya? Aah... senang juga, sih... tapi dia SMP atau SMA? Buu...seandainya aku tahu, aku pasti sudah menemuinya! Tapi wajahnya, sih masih ingat. "Ah, Maiko!", seru sahabatku, Shizui Miharu yang tiba-tiba memanggilku. "Shi, Shizui? Ada apa??!", balasku. "Majalah barunya sudah terbit lhoo!! Baca bareng, yuk!", jawabnya dengan suara keras. "Waa! Hebat! Ayo cepat buka!", seruku yang masih kehebohan. "Eh, apa nih? 'Mencari model gadis manis yang segar dan cool kelas 5-7 untuk model Cacao Pop'. Waaaah!!! Kayaknya asyik! Coba, yuk, Maiko!", "Ngg... Aku cuma temani kamu saja, ya... aku nggak mungkin bisa menang!". "Aah, nggak percaya diri banget, sih! Nggak seru, kan!", "Ayolah! Aku nggak suka jadi terkenal! Aku lemah sama wartawan! Kalau terjadi skandal, kan repot!", seruku yang sedang berjuang mati-matian untuk menahan masuk majalah. "Iya, deh! Temenin lho! Audisinya besok minggu jam setengah delapan pagi. Oke, deh~", kata sahabatku.
Akhirnya pada hari H. Tiba-tiba saja aku mendengar percakapan antara direktur Cacao Pop dengan anggotanya. "Ng? Ada apa, ya?" pikirku sambil terus menatapi mereka. " Coba cari anak gadis yang berambut merah muda kemari!" "Baik bos!". "Ekh! Mereka mencari anak gadis berambut merah muda? Kan susah mencarinya...", pikirku lagi. Saat itu aku sedang pikun-pikunnya! Aku lupa kalau warna rambutku merah muda!!! Duh, aku ini benar-benar bodoh! Memalukan! Dan, jadinya kedua tanganku ditngkap, aku diseret ke dirktur Cacao Pop, aku sempat bingung, aku baru menyadari kalau rambutku merah muda begitu sampai di direktur. "Wah, wah... benar-benar manis, ya... Imut! Siapa namamu?", tanya direktur itu. "Mo, momoko Maiko, kelas 6...", jawabku yang sedikit merasa gugup karena merasa akan ditetapkan sebagai.... "Momo-chan yang akan jadi MODEL-nya!!". Tuh, kan... Menyedihkan banget, sih! Aku nggak mau.... Huwaaang! Tapi karena berulang kali dipaksa akhirnya aku terpaksa setuju. "Kali ini pemotretan dengan baju ini, besok yang ini...", kataku pada direktur itu. "Tidak Momo-chan, kamu akan bekerja bersama dengan model cowok 3 kali dan sendiri 2 kali! Jadi hari ini Momo-chan disiapkan 5 baju, besok urusan nanti!", kata direktur sambil menunjukkan jadwal pemotretan padaku. "Model cowok? Siapa?", tanyaku. "Kirika Aruto, anak kelas 3 SMP. Anaknya cakep, baik, imut..." "Idih!", seruku dalam hati karena merasa sedikit jijik. "Selamat pagi! Ah, model barunya ini, ya? Masih kecil, ya...", kata seorang lelaki yang tiba-tiba masuk dan langsung mendekatiku. "APA?!", seruku dengan kesal. "Tapi, imut, ya... kok aku merasa kita pernah bertemu, ya?", kata cowok itu. Tiba-tiba mukaku menjadi merah, jantungku berdebar dengan keras. "I...imut? Aku imut? Tu, tunggu... rasanya aku pernah lihat mukanya, deh...", pikirku sambil menyentuh kedua pipiku. "Kalian berdua ngapain, sih? Ayo cepat kita mulai!", kata direktur yang sudah menyiapkan kameramen profesional.
Saat pemotretan berlangsung... "Uwaa... Aku nggak nyangka kalau iklannya sedikit H(if you know what i mean). Adegan percintaan murid SD dan SMP??! Gyaaaa!!! Jangan sampai jadi apa-apa! Oh, iya! berarti orang yang sedang pemotretan denganku ini... Kirika Aruto?", pikirku yang kalang kabut sendiri. "Momo-chan dekatkan mukamu dengan Aru-kun!", seru sang kameramen. "Oh, namamu Momo, ya? Persis nama adikku.". "Eh, ma, masa?", tanyaku. "Sudahlah, saat ini kita harus fokus pada pekerjaan! Dekatkan mukamu!", bisik Aruto yang menyentuh kedua pipiku dengan lembut. Gi, gimana, niih!!? Kyaaa....!!! Tolong aku, dong!
~B*R*S*M*B*N*~

H=ecchi, kan. atau Hentai gitu
BalasHapusecchi
BalasHapus