Di rumah kediamanku yang tenang, sunyi, dan sepi, aku hanya tinggal sendiri. Aku mengerti, waktu sekarang terulangi menjadi waktu itu. Aku hanya bisa merenung, tak ada yang bisa kulakukan. Ponsel pun tak ada lagi padaku. Aku ingin membelinya dan aku memasukkan tanganku ke kantung bajuku yang bukan yukata. "Eh?!", seruku yang telah mendapati suatu benda yang seperti ponselku di kantung bajuku. Aku segera mengambilnya, dan ternyata itu adalah ponselku! "Me, mengapa bisa??", pikirku sambil membuka ponselku. "E-mail kedua orang itu juga ada...", pikirku lagi, wajahku semakin memerah. "A, apa yang sebenarnya terjadi?", pikirku lagi sambil menggenggam ponsel itu erat-erat. "Momo-chan!" seru seseorang sambil memencet bel rumahku. Aku berpikir itu adalah Kak Yume, aku tidak ingin dia kemari, tapi... Akhirnya aku membuka pintu rumahku dan mempersilahkannya masuk, tapi ternyata bukan Kak Yume melainkan Aru-kun, aku pura-pura tak tahu dan bertanya, "Maaf, siapa, ya?". Dia hanya tertawa dan menepuk kepalaku, lalu Aru-kun menjawab, "Namaku Aruto, panggil saja Aru-kun!". "A...Aruto-san saja, deh...", balasku sambil memalingkan pandangan karena malu melihat senyumnya yang cemerlang. "Nggak boleh! Aru-kun!", balasnya sambil menyentuh kedua pipiku dan mengarahkan wajahku ke atas. Mukaku langsung memerah padam, "Uwa! Uwaaaaaaaa!!!", seruku dalam hati karena panik, melihat muka Aru-kun dari dekat memang membuatku berdebar. Aru-kun membisikkan padaku secara tiba-tiba disaat aku panik, karena kaget Aru-kun mendekat ke telingaku aku langsung menoleh secara spontan. Tanpa sengaja, bibir kamu jadi bersentuhan secara tidak disengaja sama sekali!!! Mukaku memerah secara langsung, tapi Aru-kun malah diam saja dan tak terlihat panik, aku merasa heran akan hal itu. "Sadarlah Aru-kuuuuuuuun!!!!!", tangisku dalam hati, rasanya jadi lemas karena melihat Aru-kun yang tenang-tenang saja. "Apa yang kalian lakukan di depan... eh? Mo, Momo-chan?", kata seseorang lagi yang muncul mendadak di depan rumahku yang sunyi ini. Alangkah kagetnya begitu tahu bahwa orang itu adalah Kak Yume. Aku segera memukul Aru-kun, tapi ternyata Aru-kun pingsan dengan muka yang sangat merah dari tadi! Menyebalkaan!!! Kubunuh kau Aru-kun! "Ka, kak Yume! Ini bukan seperti yang kau lihat! Ka, ka... kami... kami tidak...", kataku dengan gugup. "Lalu siapa cowok rendah itu? Kenapa dia berani menyentuhmu, hah?!", seru Kak Yume sambil menarik kerah baju Aru-kun bagian belakang lalu hendak melemparnya. Aku langsung menghentikannya dan berseru, "Hentikan, kak! Dia adalah kakak dari temanku, dia hanya teman kerja dari ayahku dan ingin berbicara sesuatu!". Demi si sial itu, aku terpaksa melakukannya! Akhirnya Kak Yume percaya dan menyeretnya masuk ke kamarku untuk istirahat sebentar, awalnya aku tak mau Aru-kun ditidurkan di kasurku, aku tak mau bantal dan selimutku jadi korban iler orang ini, tapi nanti kami ketahuan kalau bukan rekan kerja.... BAHAYA! Apa yang akan terjadi dalam keseharianku mulai dari ciuman pertama itu, ya... [HIKS]
#Bersambung#
Yup, cerita ini lanjutan yang itu, jadi gambarnya sama, mohon maklum, ya!
Minori

cieeee!!!
BalasHapus-_-' NEKO ANEH!!!!!!!!!!!!!!!!!
BalasHapus