Jumat, 23 November 2012

I Talk True! ~Orange sweet blush~

Namaku Chinatsu Kotomiyu, anak SMP kelas 3, sama seperti  Hinata, tapi aku adalah ketua osis, Hinata bukan. Dan satu lagi, aku lebih populer karena aku seorang anggota osis. Hukum di sekolah ini adalah, "Anggota osis harus dihormati dan disegani, anggota osis adalah anggota yang populernya takkan kalah!". Huh, jadi anggota osis itu merepotkan sekali! Harus ini itu... Huuh! Sekolah ini jarang meliburkan anggota osis dan justru meliburkan para guru! Iiiiiiiiiikh!!!! Kesaal!!! Sekali-sekali aku ingin kabur! Tapi aku takut mempermalikan sekolah ini! Hiks hiks hiks... tolong aku... ah!! Hinata! Aku mau minta Hinata menggantikanku setiap hari Senin sampai Kamis... jadi aku cuma Jum'at sampai Minggu! Berhasil, saatnya untuk minta tolong pada Hinata...
 Aku segera berlari ke arah Hinata dan menyapanya, "Hai, Hina-tan!". "Koto-sama?!", seru Hinata yang terkejut. Aku hanya membalas dengan senyuman. "A, ada apa?", tanya Hinata sambil mundur satu langkah. "Hahaha! Aku hanya ingin kamu menggantikan aku setiap Senin sampai Kamis. Jangan ragu-ragu gitu dong! Yak, sudah, kok! Itu saja! Makasih Hina~", kataku sambil menyerahkan dokumen-dokumen osis yang kubawa tadi. "Eh! Tunggu! Koto-sama!!", seru Hinata aku pura-pura tak dengar, aku justru berlari menjauh dengan cepat. "Koto-sama sialan!", pikir Hinata dengan kesal. Hahaha... memangnya aku begitu, ya? Yah... biar saja, deh! Sekarang aku bisa santai! Yap, biar saja Hinata menjadi anggota osis sementara, biarlah itu terjadi, ya, kan! Siip!! Yak... yang kukatakan ini benar, kan? Tentu saja! Aku juga mengatakan hal yang benar pada Hinata! Tapi Hinata yang kesal datang menghampiriku dan berteriak, "Koto-sama!!". Dia berteriak dengan keras dan nada kesal. "A, ada apa?", tanyaku sambil menoleh ke arahnya. "Ini kukembalikan! Aku nggak mau!!", jawab Hinata sambil mengembalikan dokumen-dokumen osis yang kuberi tadi. "Eh? Kenapa? Bukannya Hinata mau menjadi paling populer? Ketua osis paling populer, lho!", kataku sambil menggenggam tangan Hinata yang kecil. "Soalnya... aku... aku nggak pintar juga nggak tanggung jawab! Aku berbeda dengan Koto-sama! Aku ingin populer tanpa bantuan jabatan-jabatan aneh seperti ini!", jawab Hinata sambil melepaskan tangannya dan berjalan menjauh. Aku melihat sisi kesepian dalam diri Hinata, aku berjalan mendekati Hinata dan berkata, "Hina-tan... tak ada yang kurang darimu menurutku! Yang kurang hanyalah rasa percaya diri akan keinginanmu sendiri. Jadi Hina-tan... percayalah pada dirimu dan jangan pernah menyerah! Aku akan mendukungmu! Hina-tan yang percaya diri dan tak kenal menyerah... itulah Hina-tan yang kukenal dan kupercaya selama ini!". Hinata yang mendengarnya mulai menangis, "Koto-sama... maafkan aku, aku berbeda dari yang Koto-sama pikirkan, diriku yang selama ini selalu merasa tidak punya tekad yang merantai hidupku... tak ada apapun yang mewarnai diriku yang selama ini kesepian. Jadi, aku tak mungkin jadi ketua osis seperti yang Koto-sama katakan!", balas Hina sambil terus meneteskan air mata. "Meskipun begitu... aku tidak akan menyerah. Aku ingin Hina-tan menjadi sahabatku seperti layaknya Takara-kun. Kamu tak peduli dia lelaki atau perempuan, apa rahasianya selama ini, dan asal-usulnya. Aku ingin menjadi orang yang selalu ada di sisimu. Karena aku adalah ketua osis!", kataku lagi dengan tegas. Hinata tetap tidak menoleh ke arahku melainkan pergi menjauh. Tapi harapanku tidak akan runtuh, aku pasti akan membuka hati Hinata untuk mengenal tujan hidupnya. Aku tidak akan menyerah pada Hinata! Ini juga untuk aku bisa istirahat, sih... hehehe...
Bersambung...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar