Minggu, 04 November 2012

The Girl Who Cursed by the Curch

          Esok harinya, aku melihat dari luar jendela, laki-laki itu menyatakan perasaannya pada gadis yang disukainya. Dan diterima. Hahaha! Konyol! Bisa-bisanya dia percaya pada mantra itu, sebenarnya... mantra yang kuberikan kemarin hanya jampi-jampi palsu. Yang asli ada di tanganku. Sebenarnya, gadis yang dia tembak adalah klonku. Yang asli sedang berjalan ke gereja ini. Dia, laki-laki itu akan berkencan dengan klonku dan dia akan... hihihi...
       Beberapa jam kemudian, terjadi kecelakaan di sebuah stasiun. Salah satu korbannya adalah lelaki yang meminta mantra palsu itu padaku. Dia dibawa ke rumah sakit terdekat yang sudah tidak laku, kabarnya, rumah sakit itu berhantu dan dulunya adalah kuburan. Lelaki itu tidak sadar kalau saat dia tidur, ada yang menemaninya. Yaitu, hantu yang sudah lebih dulu menempati rumah sakit itu. Hihihi...
      Beberapa hari setelah hal itu terjadi, gadis asli yang disukainya sampai kemari. Kemarin, ia melakukan perjalanan dari Kyoto sampai kemari. "Aku masuk...", katanya dengan keras sambil membuka pintu terberat sepanjang sejarah. "Silakan...", balasku dengan sinis. Gadis itu mengambil buku di rak yang paling dekat pintu lalu membukanya. "Cih, apaan nih? Buku mantra? Hahaha!! Membosankan!", ejek gadis itu sambil membanting buku mantra yang suci bagiku. Aku heran, mengapa lelaki yang datang kemarin menyukai gadis ini.
Maaf sebentar! Gomenne...
BERSAMBUNG

2 komentar: