Namaku Sakura Hanazono, saat ini aku terus melihat ke arah jam dinding di kamarku... aku melihat saat ini jam 11.30. Mulai besok, tanggal 1 Januari... aku bukan anak SD lagi, aku adalah anak SMP... aku tak boleh cengeng ataupun terlalu ragu lagi... Tapi setiap kali aku berpikir begitu, muncullah pikiran jahat menghantuiku, "Nasibmu akan sama seperti saat SD, kamu takkan punya teman seorangpun, kamu akan menjadi anak yang bodoh, kamu akan mendapat nilai yang tidak memuaskan...". Pikiran itu terus menghantuiku... benar-benar menyedihkan... akhirnya kuputuskan untuk memejamkan mata sebentar saja. Dan saat aku membuka mata kembali pandanganku ke arah jam dinding... ternyata waktu begitu cepat berlalu, sekarang sudah jam 11.58 pm. Hanya sisa 2 menit lagi saja sudah tahun baru... aku semakin tidak siap. Pikiran negatifku mulai muncul lagi, "Kamu akan menjadi orang yang rendah, semuanya mengharapkan kematianmu! Enyah saja kau!". Kepalaku semakin pusing, entah dari mana pikiran itu muncul, tapi kepala dan hatiku semakin sakit mendengarnya. Aku mulai meneteskan air mata dan bertanya entah pada siapa, "Apa salahku hingga seperti ini? Kenapa aku dibenci? Benarkah orang-orang ingin aku lenyap?". Pikiranku semakin menjadi-jadi, pertanyaan itu semakin menumpuk, akupun mulai tak tahan lagi dengan pikiranku sendiri. Tanpa pikir panjang, aku membuka jendela dan meloncat keluar dari jendela, dan aku pun terjatuh. Sekarang aku malah tersenyum dan berkata, "Sekarang, semuanya pasti bahagia... aku rela mati demi kebahagiaan orang-orang... ayah, ibu, aku akan menyusul kalian...". Tapi saat aku hampir membentur anah, muncullah suara di dalam pikiranku, "Jangan! Kenapa kau melakukan hal ini!! Kumohon berhentilah!". Aku tetap tersenyum dan bebisik, "Semua sudah terlambat...". Akupun membentur tanah dan tak sadarkan diri. Di tahun baru pukul 00.00, aku telah tewas di sini melepas kepenatan dan keputus asaan...
Tapi, tiba-tiba aku membuka mata, dan langsung bertanya, "Di mana ini?"... aku melihat seorang penyihir tua yang membawa jam tua yang sudah jelek. Dia tertawa kecil dan mendekatiku, "Ini alam penyihir. Di mana orang yang tewas dengan karena pikiran negatif dihidupkan kembali," kata nenek itu. Aku terkejut dan berkata pelan, "Ini...mustahil... jangan-jangan...."
Bersambung...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar