Senin, 31 Desember 2012

Magic Love

     Namaku Sakura Hanazono, saat ini aku terus melihat ke arah jam dinding di kamarku... aku melihat saat ini jam 11.30. Mulai besok, tanggal 1 Januari... aku bukan anak SD lagi, aku adalah anak SMP... aku tak boleh cengeng ataupun terlalu ragu lagi... Tapi setiap kali aku berpikir begitu, muncullah pikiran jahat menghantuiku, "Nasibmu akan sama seperti saat SD, kamu takkan punya teman seorangpun, kamu akan menjadi anak yang bodoh, kamu akan mendapat nilai yang tidak memuaskan...". Pikiran itu terus menghantuiku... benar-benar menyedihkan... akhirnya kuputuskan untuk memejamkan mata sebentar saja. Dan saat aku membuka mata kembali pandanganku ke arah jam dinding... ternyata waktu begitu cepat berlalu, sekarang sudah jam 11.58 pm. Hanya sisa 2 menit lagi saja sudah tahun baru... aku semakin tidak siap. Pikiran negatifku mulai muncul lagi, "Kamu akan menjadi orang yang rendah, semuanya mengharapkan kematianmu! Enyah saja kau!". Kepalaku semakin pusing, entah dari mana pikiran itu muncul, tapi kepala dan hatiku semakin sakit mendengarnya. Aku mulai meneteskan air mata dan bertanya entah pada siapa, "Apa salahku hingga seperti ini? Kenapa aku dibenci? Benarkah orang-orang ingin aku lenyap?". Pikiranku semakin menjadi-jadi, pertanyaan itu semakin menumpuk, akupun mulai tak tahan lagi dengan pikiranku sendiri. Tanpa pikir panjang, aku membuka jendela dan meloncat keluar dari jendela, dan aku pun terjatuh. Sekarang aku malah tersenyum dan berkata, "Sekarang, semuanya pasti bahagia... aku rela mati demi kebahagiaan orang-orang... ayah, ibu, aku akan menyusul kalian...". Tapi saat aku hampir membentur anah, muncullah suara di dalam pikiranku, "Jangan! Kenapa kau melakukan hal ini!! Kumohon berhentilah!". Aku tetap tersenyum dan bebisik, "Semua sudah terlambat...". Akupun membentur tanah dan tak sadarkan diri. Di tahun baru pukul 00.00, aku telah tewas di sini melepas kepenatan dan keputus asaan...
Tapi, tiba-tiba aku membuka mata, dan langsung bertanya, "Di mana ini?"... aku melihat seorang penyihir tua yang membawa jam tua yang sudah jelek. Dia tertawa kecil dan mendekatiku, "Ini alam penyihir. Di mana orang yang tewas dengan karena pikiran negatif dihidupkan kembali," kata nenek itu. Aku terkejut dan berkata pelan, "Ini...mustahil... jangan-jangan...."

Bersambung...

♥ ♥ Sweet School! ♥ ♥

    Kawaii Gakuen, sekolah berisi anak seleb atau anak kaya yang sangat imut. Sekolah ini sering sekali masuk majalah dan TV maupun koran. "Hicchan!", seru Chinatsu, sang ketua osis. "Ko...Kotomiya-sama!", balas Hinata, asistennya. "Huuh... lihat Kaho nggak?", tanya Chinatsu yang kelihatannya ngos-ngosan. "Kaho? Kaho Aisa?", tanya Hinata balik. "Ya... yah pokoknya gitulah!", jawab Chinatsu dengan muka sedikit blushing. "Oh, dia ke ruang guru tadi, dia laporan soal murid baru...", jawab Hinata sambil membalik-balik map berisi dokumen osis. "Eh, baiklah! Terima kasih Hicchan!", kata Chinatsu sambil berjalan lagi. "Tunggu!", seru Hinata sambil menarik Chinatsu kembali. Firasat buruk Chinatsu kembali menghantuinya, spontan dia berkata, "Aku ingin ke toilet!!". Hinata menghela nafas dan berkomentar dengan tegas sambil menjewer Chinatsu, "Jangan coba-coba kabur atau kulaporkan ketua yayasan agar kepopuleranmu menurun drastis!". Chinatsu dipenuhi ketakutan akan ancaman dari Hinata, dan terpaksa dia bertanya, "Baiklah, ada apa?"."Ini! Dari kepala sekolah untuk ketua! Wakil, Asisten, Sekretaris, dan sebagainya nggak boleh kerjakan ini!", jawab Hinata. Chinatsu menghela nafas dan mulai bercucuran keringat dingin. "Tidak!! Aku harus mengurus murid baru dulu!!", pikir Chinatsu untuk dijadikan sebagai alasan. Tapi Hinata langsung meletakkan semuanya di tangan Chinatsu dan menepuk pipi kiri Chinatsu, "Jangan khawatir, masalah lain akan kuselesaikan bersama Wakil Ketua. Ketua kerja itu saja, ya," kata Hinata sambil tersenyum. Mendadak Chinatsu berdebar, "A....Ada apa ini?", pikir Chinatsu gugup. Chinatsu melihat Hinata yang sudah berjalan ke arah lain.
        -Hinata Side-
Haah.... kalian pasti kenal aku dari cerita Orange Sweet Blush itu kan? Ketua memang membuatku repot, aku jadi terpaksa ini itu, tapi yaah... nurut aja, deh... Tapi saat ini, aku harus menemui wakil ketua osis, Kaho Aisa. Dia orangnya cool banget dan pemalu. Huh, repot, kan? Ketua ngerepotin dan wakil ketua yang nggak beres, dua-duanya bikin kesal. Tapi aku harus bersabar untuk menghadapi mereka, kan? Pastinya, deh. "Ah! Aisa!!", seruku saat melihat Aisa. Dia memang cantik, sih, tapi nggak populer (nggak terlalu). "Sa... Satsuki-san?", katanya pelan. Dia dikelilingi oleh 2 murid baru yang akan menuju ke ruang osis. Salah satu dari murid itu imut sekali, kalau nggak salah namanya... Mori Hinata? Ahh!! Hinata Mari!! Yap, dia juga terlihat ramah dan pintar. Dia tersenyum dan menghampiriku, "Senior Satsuki!". Eh, jelas-jelas aku terkejut, dong! Siapa yang senior! aku baru kelas 2 tahu!! Ah... karena marah aku tanya saja, "Memangnya kamu kelas be-ra...". "Kelas 1!", jawabnya sambl tersenyum. Padahal aku kan belum selesai tanya!! Aisa menarikku dan bertanya dengan suara pelan, "Ada apa?". Aku menjadi kesal dan menarik kembali tanganku, "Nggak apa-apa, kok. Selamat tinggal!" kataku kesal. "Ck, dasar... Satsuki bodoh!", geram Aisa. Biar saja, aku lebih pintar dari kamu kok. Dasar Wakil sombong, kapan kamu dibebaskan dari osis?

        -Kaho Side-
Hiih, asisten yang sombong banget!! Aku benci! tapi aku kan harus jaga citra... apa boleh buatlah, amarah harus kurendam dalam hati, tapi jangan sampai jadi dendam... haha, lupakan sudah! Tiba-tiba ada yang menepuk punggungku, karena kaget pastinya aku singkirkan tangannya dan menoleh ke arahnya. Ternyata dia adalah...... adalah..... a....d....a...l...a...h.... adalah.....!!

Bersambung....